Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Investasi. Tampilkan semua postingan

Minggu, 14 Desember 2014

4 Jenis Investasi Property Potensial

4 Jenis Investasi Property Potensial


4 Jenis Investasi Property PotensialBisnis property tidak hanya berhubungan dengan tanah dan rumah saja. Karena terdapat banyak jenis bisnis ini yang bisa dikembangkan. Sesuai dengan kebutuhan masyarakat yang semakin berkembang. Agar keuntungan di bisnis ini lebih optimal, maka sangat penting untuk memilih jenis property yang paling tepat dikembangkan di sebuah kawasan. Apa saja jenis investasi property yang pada umumnya banyak dikembangkan?

Investasi tanah
Anda bisa membeli lahan atau tanah di sebuah lokasi tertentu, lalu membangun rumah yang cantik. Selanjutnya bisa menjual bangunan tersebut untuk mendapatkan keuntungan ekonomi. Pilihan untuk membeli tanah, mendirikan bangunan, melakukan renovasi dan menjual property tersebut, bisa mendapatkan dua keuntungan sekaligus. Keuntungan pertama dari kenaikan harga tanah yang telah dilengkapi bangunan dan kedua adalah keuntungan dari harga tanah tanpa dilengkapi bangunan. Dalam hal ini Anda hanya menjual tanah tanpa bangunan.

Investasi tanah kavling
Developer atau pengembang perumahan biasanya tidak hanya menjual unit rumah saja. Tapi juga menawarkan tanah kavling kepada masyarakat yang ingin membangun rumah sesuai seleranya. Bagi investor perseorangan bisa terlibat dalam bisnis ini, dengan membeli tanah kavling. Anda bisa membangun bangunan tertentu atau bahkan menjual tanah kavling tanpa bangunan apapun. Ketika harga tanah melambung tinggi adalah momentum tepat untuk menjualnya kembali. Supaya Anda bisa mendapatkan keuntungan lebih besar dalam waktu relatif singkat.

Investasi property yang disewakan
Beragam unsur properti bisa disewakan, agar mendatangkan keuntungan yang terus menerus. Seperti kos-kosan, apartemen, townhouse, rukan, ruko, rumah dan sebagainya yang bersifat jangka panjang. Siapa saja bisa menjalankan bisnis ini, baik perseorangan, investor institusi atau pengembang. Harga sewa property pada umumnya terus naik dari tahun ke tahun. Sehingga keuntungan finansial bisa semakin besar.
Investasi property, seperti apartemen, townhouse, rukan, rumah, ruko dan sebagainya,  umumnya terdiri atas kebutuhan primer dan sekunder. Kedua jenis ini berkaitan erat dengan penawaran dan permintaan property. Investasi primer berhubungan dengan suku bunga KPR, bahan bangunan dan sebagainya. Sedangkan investasi sekunder berhubungan dengan kependudukan dan keadaan sosial ekonomi.

Investasi property yang mempunyai goodwill
Untuk mendatangkan keuntungan investasi lebih optimal, maka akan diterapkan manajemen yang  profesional. Jadi investor tidak hanya membeli tanah kemudian membangun bangunan dan menyewakan atau menjualnya saja. Tapi sekaligus memberikan pelayanan yang lebih profesional kepada konsumennya. Jenis bisnis ini , seperti apartemen, villa, kondotel dan lain sebagainya.
Karena dikelola secara profesional, maka Anda akan membutuhkan tenaga ahli yang berkompeten dan berpengalaman. Sehingga profit bisnis ini bisa semakin optimal, dengan penerapan manajemen bisnis yang tepat. Pengelolaan yang salah tentunya akan mendatangkan kerugian tertentu, baik secara fisik bangunan atau keuangan.
Pangsa pasar investasi dan bisnis property semakin besar, berkaitan dengan kebutuhan yang selalu meningkat setiap tahunnya. Permintaan ini tidak hanya di kawasan kota besar saja, tapi juga berlangsung di daerah yang terbilang kecil. Salah satu kebutuhan yang terus berkembang di bidang property ini adalah perumahan. Tak heran pengembang pun semakin gencar melakukan pembangunan perumahan dengan harga ringan dan bangunan yang berkualitas dan model terkini.
Developer tidak hanya menyasar kawasan perkotaan atau pinggiran kota saja, tapi sudah menyasar sampai pedesaan untuk mendapatkan lokasi yang cocok untuk dikembangkan sebagai kawasan hunian yang menarik dan nyaman. Bila saat ini masih bingung dengan pilihan investasi di bidang property, berkonsultasi dengan pakar di bidang ini sangat penting dilakukan.

Minggu, 07 Desember 2014

Cara Memilih Bisnis yang Sesuai


Cara Memilih Bisnis yang SesuaiCara Memilih Bisnis yang Sesuai
Siapa yang tak ingin mendapatkan penghasilan tambahan? Pastinya semua orang tak berkeberatan melakukan berbagai usaha untuk mendapatkan uang tambahan. Tak ayal banyak orang mencari pekerjaan baru meskipun telah menjadi karyawan. Terkadang tekanan pekerjaan di kantor pun membuat mereka tak betah dan mencari alternatif pekerjaan lainnya. Hal inilah yang membuat mereka membangun kerajaan bisnis sendiri ketimbang terus-terusan bekerja di perusahaan.
Beberapa orang mungkin tak akan percaya bahwa membuka usaha sendiri bisa membuat mereka makmur secara ekonomi. Namun kenyataannya berbeda, banyak pengusaha muda yang menjadi populer berkat usaha yang digeluti. Anda pun pastinya tertarik mengikuti jejak para pengusaha muda seperti ini. Sebelum memutuskan terjun di dunia bisnis, ada baiknya memang Anda mengetahui seluk beluk bisnis dan apa saja yang perlu dilakukan.
Salah satunya adalah bagaimana cara memilih jenis usaha yang sesuai dengan kemampuan atau hobi Anda. Sehingga usaha tersebut bisa berjalan beriringan tanpa Anda merasa terbebani sedikitpun. Untuk itu, berikut beberapa tips seputar memilih jenis usaha yang tepat.
1.   Jangan pernah ikut-ikutan trend
Trend berwirausaha memang tengah gencar-gencarnya digalakkan oleh pemerintah maupun pengusaha sukses. Wirausaha dianggap mampu membuka lapangan pekerjaan dan mengurangi jumlah pengangguran di Indonesia. Anda pun pastinya setuju dengan pandangan yang satu ini, namun jangan gegabah mengikuti trend berwirausaha. Umumnya para pengikut seperti ini hanya tergiur keuntungan instan yang dihasilkan dari berbisnis. Mereka tak memiliki fundamental berbisnis yang kokoh ketika memulainya. Bukan tidak mungkin, mereka akan dengan mudah goyah dan gulung tikar di tengah jalan.
2.   Pilih usaha yang sesuai dengan passion Anda
Usaha yang didirikan berdasarkan passion (gairah) dan kemampuan Anda biasanya tak akan terasa membebani. Anda akan enjoy menjalankan usaha baru tersebut tanpa ada perasaan bersalah atau takut di tengah jalan. Fokus untuk menggerakkan roda bisnis pun tak terbagi-bagi, antara hobi dengan usaha yang Anda jalani. Itulah mengapa kebanyakan wirausahawan enggan mengambil resiko menjalankan bisnis yang tak mereka mengerti sama sekali. Hal ini sama saja dengan terjun ke jurang yang Anda tak tahu seberapa meter kedalamannya.
3.   Terapkan tanggung jawab dan keberanian untuk mengambil resiko
Setiap usaha yang diambil pastinya memiliki tingkat kerumitan masing-masing. Tak jarang di tengah jalan pun Anda dihadapkan pada resiko berat. Apakah Anda berani mengambil keputusan yang mungkin akan merugikan atau menguntungkan bisnis Anda tersebut. Ketika Anda memutuskan menjadi wirausahawan, ini artinya semua tanggung jawab berada di pundak Anda. Tim yang Anda bangun harus solid untuk mendukung kemajuan bisnis tersebut. Suka tidak suka, semua pekerjaan harus bisa Anda handle dengan bantuan para karyawan.
4.   Cobalah langsung terjun ke lapangan
Setiap bisnis membutuhkan penanganan langsung dari para pemiliknya. Sebelum ataupun sesudah usaha dibuka, Anda tetap harus berani terjun langsung ke lapangan. Lakukan survei mendasar untuk mengetahui seberapa antusias konsumen dengan bisnis yang Anda buka. Atau cari tahu apa yang mereka butuhkan, sehingga ini bisa jadi peluang bisnis Anda tersendiri. Selalu berpikiran positif untuk membangun kerajaan bisnis Anda di masa depan.
5.   Bermimpilah setinggi mungkin
Pengusaha yang sukses bukan berarti tidak pernah mengalami kegagalan. Semua orang pasti pernah mengalami kegagalan di dalam hidupnya. Yang menjadi pertanyaannya adalah, seberapa besar keinginan Anda untuk bangkit? Saat bangkit, jangan lupa bermimpi sebesar-besarnya untuk menjadi target Anda ke depan. Dengan begini, Anda selalu termotivasi untuk melakukan kerja keras dalam mendapatkan target tersebut.

 Sumber

Senin, 13 Oktober 2014

Mempelajari Kelebihan dan kekurangan Berbagai Jenis Instrumen Investasi

Mulai dari yang paling sederhana, jenis jnstrumen investasi yaitu deposito, obligasi, saham, bisnis, properti, logam mulia, barang koleksi, bursa berjangka, mata uang asing, dan reksadana. Namun ternyata tidak semua instrumen investasi cocok untuk semua orang. Ada kelebihan dan kekurangan masing-masing investasi. Simak artikel berikut untuk mengetahui untung-rugi jenis-jenis investasi. 

Dengan mengetahui kelebihan dan kekurangan setiap instrumen investasi, Anda akan dapat menentukan instrumen investasi yang paling cocok untuk. Apa saja keuntungan dan kerugian dari masing-masing investasi ini? sumber

Instrumen Investasi Kelebihan Kekurangan Cocok bagi
Deposito Risiko kecil. Bunga yang diterima lebih besar bila dibandingkan dengan tabungan biasa. Bunga yang kecil. Biasanya lebih rendah dari inflasi Bagi Anda yang tidak mau ambil risiko
Obligasi Bunga yang diperoleh lebih besar bila dibandingkan deposito. Aman bila obligasi dikeluarkan oleh negara (misal ORI) Jangka waktunya yang panjang (>1 tahun), sehingga tidak dapat dicairkan bila diperlukan atau bila ingin berinvestasi lain. Bagi Anda yang tidak mau ambil risiko
Saham Bisa mendatangkan keuntungan yang sangat besar bila dikelola dengan baik. Dengan modal sedikit, dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat. Bisa menjadi passive income Resiko kerugian juga besar saat harga saham mengalami penurunan. Bagi Anda mau untung besar, dan siap ambil risiko. 
Bisnis Bisa dimulai dari modal sedikit. Bisa membuat bisnis sesuai hobi Menuntut ketrampilan terutama pada awal bisnis. Perlu pemahaman keuangan, pemasaran, produksi, dll. Perlu administrasi yang merepotkan Bagi Anda yang punya modal, waktu, dan tenaga
Properti Resiko kecil serta dapat disewakan sehingga dapat memberi penghasilan tambahan. Memerlukan dana yang besar untuk membeli rumah atau tanah. Tidak mudah untuk menjualnya kembali bila suatu saat membutuhkan uang. Bagi Anda yang punya modal cukup
Logam mulia Merupakan aset likuid atau aset yang mudah dijual. Sulit dalam penyimpanan karena bila tidak hati-hati dapat dengan mudah dicuri. Bagi Anda yang ingin simpanan masa depan
Barang koleksi Sambil menikmati hobi yang menghasilkan Bila tidak memahami barang koleksi dengan benar bisa mudah ditipu Bagi Anda yang senang barang koleksi tertentu
Bursa berjangka Biasanya perlu modal besar. Dapat diperoleh hasil berkali-kali lipat. Perlu mengamati pasar dan strategi untuk mengetahui trend komoditas di masa mendatang. risiko juga besar Bagi Anda mau untung besar, dan siap ambil risiko
Mata uang asing Dapat dilakukan dengan modal sedikit. Dapat disimpan untuk tabungan, kebutuhan sekolah di masa depan dll Pergerakan harga mata uang bisa sangat fluktuatif. Bila tidak hati-hati bisa menimbulkan kerugian besar Bagi Anda mau untung besar, dan siap ambil risiko
Reksadana Tidak perlu memiliki banyak pengetahuan untuk menjalankannya karena dikelola oleh Manajer Investasi. Bisa dengan modal sedikit Keuntungan yang diperoleh biasanya lebih sedikit dibandingkan bila terjun sendiri ke pasar saham. Juga dikenakan biaya macam-macam untuk pengelolaannya Bagi Anda mau masuk ke pasar modal, tapi tidak punya waktu untuk terjun sendiri

Senin, 25 November 2013

Yuk belajar memahami investasi properti, mumpung masih muda

Investasi Tanah, Rumah atau Apartemen?


Pembaca yang bijak, artikel ini akan membahas secara garis besar mana yang lebih menguntungkan diantara investasi properti tanah, rumah atau apartemen?  Bagaimana formulasi tingkat pengembalian (return) didalam investasi properti tersebut? Faktor resiko apa yang mungkin terjadi dalam investasi tersebut?

 Nah sebelum menjawabnya kami ingin sampaikan bahwa apa yang akan dijelaskan hanyalah secara garis besarnya saja, penulis memfokuskan pada sisi investasi yang bermuara pada peningkatan nilai pengembalian investasi. Adapun mengenai aspek legal khususnya undang-undang yang mengatur mengenai rumah susun tidak dibahas dalam artikel ini. Artikel ini semata mata hanya untuk membuka wawasan bagi para calon investor perorangan di bidang properti.

 Selanjutnya bagaimana kita memilih investasi yang kita lakukan sebaiknya di tanah, rumah atau apartemen?

 Sebelum menjawabnya ada baiknya kita pahami dulu rumus atau formula dalam sebuah investasi. Investasi dalam bidang apapun tentu mengharapkan tingkat pengembalian atau dalam bahasa Inggris dikenal dengan istilah return. Faktanya return dapat menjadi positif alias untung atau chuan maupun ada kemungkinan menjadi negatif alias rugi atau amsiaw. Mengapa demikian? Berikut formula darireturn:

R = Income + Capital (jika + menjadi capital gain; jika – menjadi capital loss)

Nah sebagai contoh, dari formula diatas (jika) income hanya sebesar positif (+) Rp 1.000 sedangkancapital menjadi negatif  (-) Rp 1.500 maka akumulasi return menjadi negative (-) Rp 500 atau dengan kata lain investor rugi Rp 500.

 Selanjutnya dalam bisnis properti kita tinggal memilah-milah mana yang berpotensi sebagai income dan mana yang berpotensi sebagai capital, nah untuk lebih jelasnya slikahkan simak tabel berikut:

Tabel Investasi Properti

Objek
Income (Pendapatan tambahan)
Potensi terjadinya income
Capital gain (Peningkatan modal / harga)
Potensi capital gain
Anjuran Investasi (holding period)
Tanah
Harga sewa / kontrak, kost2an, dll
Kecil
Kenaikan harga per M2
besar
> 5 tahun
Rumah
Sedang
Sedang
> 3 tahun
Apartemen
Besar
kecil
< 3 tahun


Analisa  :
1.   Tanah
a.  Return yang cukup besar, ini bisa didapat dari data rata-rata kenaikan tanah (disekitar Jakarta) dalam hal ini Cibubur, Depok dan Serpong pertahun dalam kisaran 15 persen s/d 30 persen tentu tergantung lokasi dan infrastruktur disekitarnya;
b. Biaya perwatan relatif sangat rendah;
c. Tidak perlu diasuransi, relatif aman karena tidak bisa terbakar.
d. Sulit untuk mendapatkan income tambahan dlm bentuk sewa, dll;
e. Lebih sulit dijadikan jaminan utang di Bank jika dibandingkan dengan rumah;
f. Semakin luas, semakin tidak likuid karena sulit mencari pembeli yang memiliki banyak uang.
2. Rumah
 a. Return yang sedang, namun tetap menjanjikan. Meskipun harga permeter persegi lebih mahal sekitar + 5 persen hingga 10 persen dari harga tanah, namun kenaikan harga pertahun masih dibawah kenaikan harga tanah. Kenaikan harga berada dalam kisaran 10 persen hingga 25 persen
b. Lebih likuid dari pada tanah karena mayoritas orang lebih suka membeli rumah dari pada membeli tanah;
 c. Lebih mudah untuk dijadikan jaminan utang di Bank;
 d. Kemungkinan mendapatkan income tambahan sedang karena bisa disewakan.
 e. Nilai ekonomis bangunan terus menyusut setiap tahunnya, biasanya sebesar 10 persen penyusutan pertahun;
f.   Dengan adanya bangunan maka pembayaran Pajak (PBB) menjadi lebih mahal jika dibanding dengan tanah;
 g. Perlu diasuransikan terhadap kemungkinan kebakaran.
3. Apartemen
 a. Return yang kecil, hal ini disebabkan karena adanya nilai susut dari bangunan apartemen yang cukup besar yakni sekitar 20 persen pertahun;
 b. Cukup likuid karena orang masih mencari apartemen yang pada umumnya berlokasi strategis. Sedangkan jika membeli rumah pada lokasi strategis memerlukan jumlah uang yang lebih besar. Meskipun harga apartemen per M2 cukup mahal, namun masih lebih sedikit dana yang dikeluarkan karena luasan partemen yang relatif kecil;
 c. Jika dijadikan jaminan di Bank, nilai taksasi dibawah rumah;
 d. Umumnya income tambahan cukup besar;
 e. Biaya rutin seperti listrik dan perawatan relatif mahal karena dihitung dengan mengikut sertakan fasilitas bersama atau fasilitas umum;
 f. Tidak dapat merenovasi sesuka hati, hanya terbatas pada interior;
 g. Sering terjadi masalah yang terkait dengan unit milik orang lain, misalkan kebocoran kamar mandi atau pipa pembuangan air milik orang lain yang mengakibatkan unit yang kita miliki harus di perbaiki.

 Dengan demikian anda dapat memilih serta memilah investasi properti apa yang paling cocok dengan anda.

Minggu, 24 November 2013

Menanam Pohon Jabon, Bagaikan Menanam Emas Batangan

Maaf ya sob, judulnya agak lebay. bukan agak lebay sih, memang lebay banget malah ..  z z z z .. :v.. peace, setelah baca artikel ini, dijamin tertarik dengan bertanam pohon jabon.

Ada yang sudah tau pohon jabon? ah yang bener udah tau?? .. apaa,, ciuuz blum tau?? .. hihii,, plaaak (kena tampar). yuuk, kita bahas secara seriuus oke.. :serius mode on
 
ini penampakan pohon jabon, itu bukan bapak ane ya,, -_- :v sumber :google

Jabon adalah sebuah pohon yang tumbuh di wilayah asia. Pohon ini terdapat di wilayah asia selatan hingga papua nugini. Di Indonesia, pohon ini juga dikenal sebagai jabun, kelampayan, empayang, atau worotua. ada yang bilang jabon itu kepanjangan dari jati bongsor .. hehe.. ada ada aj.
 
Berikut ciri-ciri pohon jabon :
  • Jabon adalah Tanaman Kayu Keras yang cepat tumbuh, Tanaman Jabon termasuk famili Rubiaceae ini tumbuh baik pada ketinggian 0 – 1000 meter dari permukaan laut, pada jenis tanah lempung, podsolik cokelat dan aluvial lembab yang umumnya terdapat di sepanjang sungai yang ber-aerasi baik.
  • Jabon adalah jenis pohon cahaya (light-demander) yang cepat tumbuh. Pada umur 3 tahun tingginya dapat mencapai 9 M dengan diameter (garis tengah ingkar batang) 11 cm. Pada usia antara 5 dan 6 tahun lingkar batangnya bisa mencapai 150 cm (diameter 40 cm sampai 50 cm), diameter pertumbuhan antara 5 cm sampai 10 cm/tahun. Pohon Jabon yang tumbuh dihutan pernah ditemukan mencapai tinggi 45 M dengan diameter lebih dari 100 cm.
  • Bentuk tajuk tanaman jabon seperti payung dengan sistem percabangan melingkar, daunnya tidak lebat, batang lurus silindris dan tidak berbanir dengan tingkat kelurusan yang sangat bagus.
  • Batangnya bebas cabang sampai 60% dari keseluruhan tinggi batang, cabang rontok sendiri (self purning).Warna kayunya putih krem (kuning terang) sampai sawo kemerah-merahan.
  • Kayunya mudah dikeringkan, mudah dipaku dan di lem, susutnya rendah. Sangat mungkin dimanfaatkan oleh Industri Furniture, Plywood / Kayu Lapis, Batang Korek Api, Alas Sepatu, Papan, Peti, bahan kertas Kelas Sedang.
  • Pohon Jabon usia 6 tahun sudah dapat di panen.
Sekarang kita udah tau apa itu pohon jabon, sekarang kita fokus bahas ke judul. Ada banyak sekali jenis investasi di luar sana mulai dari investasi Emas, Properti, Waralaba, Saham, Valas, dll. Akan tetapi, bukan investasi itu semua yang kita bahas, melainkan investasi di bidang Agribisnis perkebunan kayu jabon / pohon jabon dimana dengan modal minimal dan waktu yang cukup singkat dengan tingkat resiko yang rendah, kita bisa menikmati keuntungan hingga lebih dari 500% 
 
mulai tertariiik kaaan .. :).. lanjuuut .. 
 
KENAPA INVESTASI DI BIDANG KAYU?

FAKTA:
  1. Kayu adalah komoditas terbesar ketiga yang diperdagangkan di dunia setelah minyak mentah dan gas (200 milyar € / tahun)
  2. Komoditas Kayu tidak terpengaruh oleh inflasi, ketika harga turun maka bisa menunda masa panen.
  3. Kenaikan rata-rata komoditas kayu minimum 10% / tahun
  4. Deforestasi besar-besaran terjadi di dunia, hutan alam tropis kira-kira seluas lapangan bola hilang setiap hari dan mencapai total 13 juta hektar per tahunnya. Sehingga dengan anda menanam kayu, anda turut melakukan perubahan yang dimulai dari diri anda sendiri sembari berbisnis.
KESIMPULANNYA ADALAH: INVESTASI KAYU JELAS PASTI MENGUNTUNGKAN

Namun yang jadi pertanyaan besar adalah :

BUKANNYA INVESTASI KAYU SUSAH? BAGAIMANA DENGAN PERIZINAN
dan apakah tidak ILLEGAL LOGGING?
Dapat dipastikan bahwa kebutuhan kayu semakin hari akan terus bertambah, tetapi jumlah kayu di hutan alam semakin hari semakin terus berkurang diakibatkan karena semakin maraknya illegal logging, maka dari itu pemerintah mengeluarkan kebijakan larangan penebangan kayu dari hutan alam.

Mungkin sobat berpikir bahwa sama juga bohong kalau ane jelaskan panjang lebar tentang kelebihan dari investasi kayu namun kita sudah sulit atau bahkan tidak bisa menebang kayu dari hutan alam? Jangan khawatir! Ada kabar gembira buat kita semua, pemerintah telah menerbitkan PP no.6 tahun 2007 yang inti isinya adalah mengenai HTR ( Hutan Tanaman Rakyat), dimana ada HTR pola mandiri dan untuk jenis HTR diberikan kebebasan untuk memilih jenis tanamannya, namun disarankan untuk menanam tanaman dengan umur pendek sekitar 8 tahun dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi serta mudah dalam pemasarannya.

 ini sob, penampakan pertumbuhan pohon jabon dari 1 bulan sampai siap panen .. (y)

Harga Beli Jabon update 1 Oktober 2013 di Gresik Jatim
potongan 105 cm diameter 20 cm up Rp. 1,05jt/m3
potongan  205 cm diameter 20 cm up Rp. 1,15jt/m3

Syarat :
Kupas
Tidak ada mata
Tidak blue stain
Tidak Bengkok
Nota Angkutan
DHH / DKB tidak global

Estimasi harga kayu jabon tahun 2018
1Diameter 30-39 cmRp 1.365.000,-
2Diameter 40-49 cmRp 1.495.000,-
3Diameter > 50 cmRp 1.575.000,-


Untuk analisis labanya ane nemu tabel yang sangat sederhana ini, tapi kalo ada yang pengen lebih detail lagi cari sendiri di google ya,, oke


bagaimana, tertarik menanam pohon jabon di kebun anda sob. Ingat, kunci sukses itu adalah FOKUS dan TIDAK PERNAH PUTUS ASA. demikian juda dengan usaha perkebunan ini. selamat mencoba.

sumber : dari berbagai sumber + tulisan ane sendiri .. hihiii