Sabtu, 05 April 2014

Tax Goes To School "yang muda yang ngerti pajak"

Lama sekali gak posting di blog ini, sampai sampai hampir lupa kl punya blog .. LOL.. :v

Lagi-lagi ini adalah pengalaman pertamaku mengadakan penyuluhan/sosialisasi masalah perpajakan di Indonesia di SMA/SMK/MA sederajat di wilayah kerja KP2KP Pasangkayu. Sosialisasi kali ini bertemakan "yang muda yang ngerti pajak" dalam rangka memperkenalkan apa itu pajak kepada para pelajar, yang biasa disebut TGTS (Tax Goes To School).

TGTS kali ini mengunjungi SMKN 1 Pasangkayu dan SMAN 1 Pasangkayu. Perlu diketahui SMPN SMAN di Mamuju Utara itu hampir semua nama belakangnya BUKAN MAMUJU UTARA tapi PASANGKAYU, contoh SMAN 2 Pasangkayu, padahal lokasinya di kec. Bambalamotu, kenapa namanya SMAN 2 Pasangkayu, ?? yang notabane.nya Pasangkayu itu nama salah satu kecamatan di Kab. Mamuju Utara. Ternyata eh ternyata ... dulunya satu kabupaten Mamuju Utara itu satu kecamatan, kecamatan Pasangkayu..  .. ooooohh gitu yaa .. :v :v

Jangan samakan sekolah disini dengan sekolah di kota besar, disini masih dalam proses pembangunan daerah (baru pemekaran daerah). Listrik saja belum menyebar secara merata di daerah ini. jadi ya kita doakan semoga percepatan pembangunan disini tidak jalan ditempat. seperti halnya saat TGTS di SMKN 1 Pasangkayu, kami segenap panitia harus pintar pintar menjalankan acara ini walau pasokan listrik blum ada. Akhirnya genset lah solusinya .. sosialisi sambil ndengerin musik dr genset yang keras .. hihihihiii .. seru juga .. sangat seru malah.. tambah seru lagi karena siswa siswinya sangat antusias dalam mengikuti acara penyuluhan ini .. terbayar sudah jerih payah kami ..

Berikut penampakan SMKN 1 Pasangkayu, yang masih dalam tahap pembangunan .. serta poto poto ngeksis lainnya .. hihihihii :)

eeeng ing eengg .. ini penampakan SMKN 1 


Penampakan lagi .. ^_^

 
Narsis Sedikiiiit aj .. :D

Keeeep Smilleee .. ^_^

Mas maas .. boleh nanya gak .. :p

Horeee dapet hadiiaah .. :D

Potoo Potooo .... krreekk

Selesai TGTS dari SMKN 1 Pasangkayu, dua hari kemudian kita ngadain lagi Tax Goes To School ke SMAN 1 Pasangkayu. Waktu di SMAN 1 tidak kalah seru dari di SMKN 1, ditambah lagi waktu di SMAN 1 Pasangkayu diadakan 2 sesi.. cukup melelahkan emang, tp rasa lelah itu terbayar dengan antusiasme pera penonton .. eh para pelajar denk ...

SMAN 1 Pasangkayu itu SMAN favorit di Mamuju Utara ini, jadi muridnya banyak banget, berapa kelas?? .. pokonya banyak banget lah .. #lupa berapa kelas, hohoo .. tapi berhubung acara TGTSnya berbarengan dengan acara sekolah dan mendekati ujian semester, yang hadir pas acara g bisa maksimal. huuuft

Langsung aja, yuk marii liat dokumentasi TGTS di SMAN 1 Pasangkayu .. :D


lagi siap-siap .. ^_^


menyanyikan lagu Indonesia Raya ... :D

eaaaa ... eaaaa .. seriuss tp santaii


 nanya dong maaas .. :D
capek cuuuy ... dari pagi ngomong teruuzzz .. z z z zz

 Narsis riaaa ... :p

Narsiiisss lagii ... kreeek .. :D

Sekian dulu cuap2nya ...

Life is journey ..  nikmati perjalanan hidupmu dan teruslah berjuang untuk menjadi yang terbaik .. :D

Selasa, 03 Desember 2013

Trik Rahasia Memasukkan Kapal Kedalam Botol


Bagi yang belum tau.. terkadang kita binggung bagaimana bisa perahu kecil bisa ada dalam botol ? pertanyaan ini yang sering kita ucapkan ketika kita melihat benda unik hasil kerjinanan tangan manusia.

namun agan tidak perlu binggung sekarang, karena kita akan bahas Cara Membuat Kapal Dalam Botol..

kalo kita pikirkan sejenak Kapal itu jelas jauh lebih besar dari permukaan lubang mulut dalam botol. Banyak orang berpikir bagian bawah botol dipotong?Betul? bagaimanapun persepsi kita kapal kecil tersebut terbuat dari kayu ,layar kertas dan benang.
 
 
 
Ketika kapal dan botol yang telah dipilih,inilah yang menjadi inti bagaimana perahu bisa masuk botol semua pengukuran dari kedua harus diperiksa. badan Kapal dan tiang yang ditidurkan harus sesuai melalui leher botol dan tidak boleh memukul bagian atas atau sisi botol ketika tiang-tiang yang akan didirikan

 
Konstruksi kapal dimulai dengan ukiran lambung. Blok kayu harus mencengkeram di catok sampai bentuk dasar, sisi melengkung, dan dek dipotong. Memahat keluar kayu tambahan yang membuat bagian mengangkat dek di sekitar tepi dek. Busur dan batang (ujung depan dan belakang) kapal dibentuk berikutnya, dan lambung dipotong dari blok tuan rumah dari kayu. Lambung harus diampelas dengan amplas yang semakin halus dan dilapisi dengan cat kuku bening yang akan menutup kayu dan “pernis” dek. Lambung luar kemudian dicat dengan dua lapis enamel warna yang benar. Benang digunakan untuk menandai garis lurus menunjukkan port pistol dan jalur lainnya.
 
Proses singkatnya bisa dilihat poto2 berikut :
 
  
 
 Selamat mencoba kawan ... :D
 

Senin, 02 Desember 2013

Urip Iku Mung Sawang-Sinawang

Pepatah Jawa di atas secara harfiah berarti hidup itu hanya pandang-memandang. Pepatah Jawa ini sebenarnya ingin menyatakan bahwa orang hidup di dunia ini hanyalah saling memandang. Artinya, saling menilai, menakar, menduga, dan mengimajinasikan. Contoh lebih jelasnya misalnya kalau melihat seseorang mengenakan pakaian bagus, aseseori mahal, kendaraan mewah, dan sebagainya kita akan dengan mudah menakar atau menduga bahwa orang tersebut tentu hidupnya senang, bahagia, dan makmur. Pandangan atau cara melihat kita kepada orang tersebut bisa saja benar. 

Akan tetapi kebenaran itu belum tentu sempurna. Mungkin juga gagasan atau pandangan kita akan orang itu salah. Bisa jadi orang tersebut memang kaya, tetapi belum tentu hidupnya bahagia seperti pandangan atau dugaan kita. Bisa saja orang yang kaya secara material itu hidupnya penuh kekhawatiran. Khawatir dirampok. Khawatir dicuri. Mungkin juga khawatir dimintai bantuan. Dapat saja terjadi orang yang kaya dalam sisi material itu di dalam hidupnya menghadapi banyak persoalan yang tidak bisa diselesaikan. Mungkin saja ada saudaranya atau familinya yang sakit yang harus menjadi tanggungannya dalam waktu yang tidak berketentuan, dan sebagainya.

Pandangan demikian itu juga dapat terjadi ketika kita melihat pengemis atau pemulung. Mungkin kita akan segera punya pandangan bahwa orang yang demikian itu pasti hidupnya susah. Padahal sesungguhnya hidup mereka menyenangkan. Profesi pengemis atau pemulung yang mereka jalankan mungkin saja adalah profesi sambilan. Sementara di sisi lain mereka memiliki pekerjaan lain. Dapat juga terjadi bahwa profesi semacam itu memang mereka pilih karena hal itu menyenangkan bagi diri mereka. Mungkin sekali dengan profesi semacam itu mereka justru bisa kaya, banyak tabungan, makmur, dan hidup senang. 

Pepatah ini sebenarnya ingin mengingatkan orang agar orang jangan mudah menilai orang lain dari hal yang tampak oleh mata belaka. Pandangan orang atas apa yang dilihatnya bisa sangat keliru dengan kenyataan yang sesungguhnya.

"Tubuh manusia itu seperti tas kresek ... Yg akan berharga jika isinya berharga" .. O_O


Jumat, 29 November 2013

20 Kamuflase Terkeren


Kelangsungan hidup bisa menjadi tugas yang menantang di alam liar, terutama jika lebih kecil atau lebih lambat dari predator . Inilah sebabnya mengapa banyak spesies hewan telah mengembangkan berbagai cara untuk menyamarkan diri sepanjang perjalanan evolusi . Cara untuk menyamarkan berbeda tergantung sebagian besar pada tiga faktor : fisiologi dan perilaku hewan ,predator dan lingkungan , di mana kehidupan hewan dan berburu makanan. Membaur dengan lingkungan adalah pendekatan yang paling umum .

Seleksi alam memainkan perannya di sini juga : sebagai cara di mana binatang berkamuflase sendiri ditentukan secara genetis dan sesuai dengan lingkungannya. Apa yang biasanya terjadi adalah hewan meniru pewarnaan habitat aslinya , meskipun beberapa spesies diketahui dapat menyesuaikan warna mereka . Contoh yang paling umum adalah bunglon , ada juga beberapa binatang berbulu dan burung dapat kehilangan bulu dan bulu mereka digantikan dengan yang baru.

Anehnya , kadang-kadang cara terbaik untuk menyamarkan diri adalah untuk tetap dengan kawanan : misalnya, ketika singa berjalan dengan sekelompok Zebra, hanya melihat massa bergaris besar. Beberapa ikan yang tercakup dalam garis vertikal terang mungkin juga terlihat jelas ketika sendirian , tetapi jika kelompok besar dari mereka berenang oleh, predator akan melihat gumpalan berwarna tak dikenal . Tanpa basa-basi lagi , berikut adalah 20 contoh menakjubkan dari kamuflase hewan. Dapatkah Anda menemukan semua binatang ?

1. burung hantu
 




























2. tokek uroplatus































3. willow ptarmigan


























4. kodok





























5. ulat






























6. kuda laut

































7.laba - laba
 































8. ulat lagi

























9. serangga kayu




























10. katak

 






















11. burung hantu lagi




















12. belalang

 





















13. tokek ekor daun

 

















14. ikan Stone Flounder 







15. Great Potoo



16. Snow Leopard

















17. tonggeret






































18. burung hantu

 





19. jerapah







20. landak    

              


sumber

Selasa, 26 November 2013

Umur masih 20 tahun, tapi omset usahanya Rp 350 juta sebulan

Sukses mencetak uang di usia muda, kenapa tidak ...

Sukses mencetak uang  di usia muda (1)

Menjadi pengusaha di usia muda tentu sebuah prestasi. Apalagi tidak banyak anak muda yang sukses berbisnis. Namun, untuk sukses perlu kerja keras dan kesabaran.
Itu pula yang dilakukan Hamzah Izzulhaq saat pertama kali merintis usaha pada 2010. Saat itu usianya masih 18 tahun, ketika Hamzah mendirikan CV Hamasa Indonesia yang bergerak di bidang kerajinan dan pendidikan. Melalui CV ini, Hamzah memproduksi bantal, guling, kasur, sofabed, dan sofa custom. Satu bulan produksinya 3.500 buah. Produksinya kini telah dikirim ke berbagai kota di Pulau Jawa, Sumatera, dan Kalimantan. Di bidang pendidikan, ia mengambil kemitraan bimbingan belajar Bintang Solusi Mandiri (BSM).

Jumlah gerai bimbelnya saat ini sudah ada lima. Hingga kini total karyawannya mencapai 70 orang. "Omzet saya Rp 350 juta sebulan," ujar Hamzah. Sukses di usia muda membawa banyak pengalaman baru baginya. Itu sebabnya ia kerap diminta menjadi pembicara untuk memotivasi anak-anak muda agar berani berbisnis. "Saya sudah buktikan saya bisa sukses wirausaha di usia muda, saya juga ingin ini menjadi inspirasi untuk anak-anak muda Indonesia. Jangan takut berbisnis sejak muda," ujar Hamzah yang pernah mendapat sejumlah penghargaan.

Di antaranya Pengusaha Muda Terbaik versi Ciputra Enterpreneurship pada 2011. Di tahun sama ia juga pernah masuk lima besar nasional Kompetisi Ekonomi Bidang Bisnis Universitas Indonesia. Terakhir pada 2012 saat ia terpilih menjadi finalis Nasional Wirausaha Muda Mandiri.

Pria kelahiran Jakarta, 26 April 1993 silam ini telah gemar mencari uang sendiri sejak masih sekolah dasar (SD). Meski diberi uang saku dari orang tuanya, ia merasa perlu mencari tambahan sendiri. "Waktu SD dan SMP saya suka main di warnet, jadi uang sakunya kurang. Dari situ saya mulai mencari uang sendiri," ujar Hamzah.

Saat di sekolah dasar ini Hamzah pun mencari uang dengan menjual koran, jasa ojek payung kala hujan, juga mengamen. Semua ia lakukan secara diam-diam tanpa sepengetahuan orang tuanya. Keahliannya mencari uang berlanjut di tingkat sekolah menengah pertama (SMP). Hamzah yang kerap bermain game online di warnet, bisa mencapai level tertinggi dalam permainan. Pin level yang tinggi itu pun dijual olehnya secara online  sesama pemain game. "Kelas dua SMP dulu, saya jual game sampai harga Rp 1,2 juta untuk satu game," kenang Hamzah. 

Sejak itu ia mengerti cara mencari uang. Menurutnya ketika duduk di kelas 1 Sekolah Menengah Atas (SMA) ia pun mulai melakukan aktivitas wirausaha. Pada kelas 1 SMA, Hamzah memulai bisnis berjualan pulsa. Modal awalnya Rp 350.000 dari hasilnya menabung.

Kala itu, ia membeli sendiri etalase dan seluruh perlengkapan berjualan pulsa. Lalu, konter pulsa itu dititip di rumah seorang teman yang memiliki warung dengan sistem bagi hasil. Sayang, bisnis ini hanya berjalan tiga bulan. "Teman saya itu sering pakai pulsa dan tidak bayar," ujarnya. Setelah itu, ia merintis berbagai usaha. Jatuh bangun pun sempat dirasakannya.